Perkembangan pasar modal di dunia dan Indonesia yang dikaitkan dengan adanya Covid 19. & perbandingan keadaan pasar modal sebelum masa new normal dan sesudah new normal.
A. Perkembangan pasar modal di dunia dan Indonesia yang dikaitkan dengan adanya Covid 19.
Kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya memukul bursa saham global saja, namun juga di Indonesia. Beragam upaya dan cara untuk memulihkan sektor pasar modal terus dilakukan hingga saat ini.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fauzi mengatakan risiko yang kerap kali diproyeksikan oleh sejumlah investor dan analis pasar modal adalah potensi resesi dan krisis ekonomi. Walau demikian, BEI terus berupaya menjaga keselarasan dengan menciptakan pasar yang berintegritas dan sehat.
“Kondisi dan isu utama secara global dan domestik, adalah penyebaran Covid-19 yang sudah menjadi pandemi, ini nantinya akan berlanjut pada krisis ekonomi karena terjadi perlambatan ekonomi, dari mulai permintaan seperti komoditi, barang mentah, barang setengah jadi, amupun produk jadi, yang menurun drastis,” ujar Hasan dalam konferensi virtual.
Selain itu, sentimen penggerak pasar lainnya yakni kembali memburuknya hubungan dua negara ekonomi terbesar dunia AS dan China yang belakangan semakin meruncing.
Mulai dari tuduhan AS terhadap China karena tidak mempu menghalau penyebaran Covid-19, masalah undang-undang keamanan nasional Hong Kong, sampai dengan pengusiran konsulat China di AS.
Tensi hubungan diplomatis yang semula trade war kini semakin meruncing yang akan mempengaruhi negara lain. Belum lagi di AS akan ada hajatan besar pemilihan presiden, akan banyak kebijakan baru yang muncul dan sampai dengan pemilihan selesai,”
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyampaikan perkembangan terbaru kondisi pasar modal Indonesia.
Selama tahun berjalan hingga penutupan perdagangan 17 April 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat drop 26,43 persen menjadi 4.635 dengan diikuti penurunan kapitalisasi pasar sebesar 26,11 persen menjadi Rp 5.368 triliun.
Selain itu, rata-rata frekuensi harian turun 1,49% menjadi 462.000 kali. Dan yang lebih menyakitkan lagi, nilai rata rata transaksi harian turun 23,84 persen menjadi Rp 6,34 triliun.
“Pada 2020 hampir semua indeks bursa global mengalami penurunan, dengan penurunan nilai kapitalisasi pasar. Yang tertinggi dialami Austria, sedangkan penurunan market cap tertinggi dialami di Amerika Serikat sebesar US$ 3 triliun,” papar Inarno melalui video conference yang dilaksanakan akhir pekan.
Pergerakan IHSG
Inarno menjelaskan pergerakan IHSG dan nilai transaksi turun signifikan pada Maret 2020. Saat itu, setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan di sudah ada satu orang yang positif terinfeksi virus Covid-19.
Sementara dari eksternal, pada saat yang sama wabah corona meluas ke berbagai negara. Ini membuat investor global dan domestik merespons negatif pasar keuangan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Situasi ketidakpastian terus berjalan sampai saat IHSG sentuh level terendah pada hari Selasa, 24 Maret 2020, indeks turun 37.49 persen dibanding posisi akhir tahun lalu, dan semoga ini menjadi puncak penurunan terdalam di tahun ini,” kata Inarno.
Inarno menyampaikan, koreksi IHSG terdalam sepanjang sejarah sebesar minus 50,6 persen. Itu terjadi saat krisis keuangan global 2008 yang disebabkan kasus Subprime Mortgage di AS.
“Meskipun kita lihat indeks mengalami penurunan, aktivitas perdagangan cukup baik. Rata rata perdagangan Maret Rp 7,9 triliun per hari, meningkat dari Januari dan Februari,” ujar Inarno.
Secara sektoral, Inarno memaparkan, terjadi penurunan di seluruh indeks sektoral, tertinggi pada harga saham di sektor aneka industri, sebesar -40,60 persen. Ini terjadi dengan penurunan harga saham perusahaan besar di aneka industri, salah satunya saham PT Astra Internasional Tbk (ASII).
Harga saham ASII tercatat turun 40 persen dari sebelumnya. Selain itu, dari penurunan nilai kapitalisasi pasar tertinggi terjadi pada sektor keuangan. Nilai kapitalisasi pasar sektor ini turun sebesar Rp 708 triliun.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, investor asing keluar dari pasar saham domestik dan beralih ke instrumen investasi yang berkarakter safe haven.
Menurut catatan BEI, terjadi net sell Rp 14,87 triliun selama periode yang sama. Periode terbesar penarikan dana asing di bursa saham Indonesia terjadi pada akhir Februari hingga April 2020.
B. perbandingan keadaan pasar modal sebelum masa new normal dan sesudah new normal.
Pada masa new normal ini geliat pasar saham diyakini akan menunjukkan tren positif selama masa normal baru (new normal) ini.
Pengamat Bursa dan Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan memasuki normal baru, penting selalu menyediakan dana untuk membeli saham secara bertahap pada emiten yang punya prospek bagus. Apalagi ketika harga saham emiten itu ditawarkan dengan harga murah.
Dia menjelaskan pandemi merupakan suatu bencana global. Namun panic selling membuat ada tekanan berlebihan di pasar.
"Sehingga banyak harga saham menurun dalam termasuk saham perusahaan yang bagus," ujar Aria kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.
Aria memperkirakan kinerja saham akan membaik sejalan dengan pemulihan bertahap di berbagai sektor bisnis. Kondisi ini akan menjadi peluang bagi para investor untuk membeli pada harga yang murah.
Dia juga mengimbau bagi para investor sebaiknya memilih saham dari emiten berharga murah yang saat ini diperdagangkan.
"Tentunya perlu diwaspadai juga sentimen laporan keuangan di kuartal II/2020 yang kemungkinan mencatatkan pelemahan," pungkasnya.
Normal baru untuk memulihkan pasar secara bertahap pun tetap harus dipantau sesuai perkembangan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apalagi proses transisi ini diperkirakan bisa berjalan mulus karena persiapan dari berbagai penanganan sudah cukup baik.
"Selama tidak ada new epicentrum ataupun gelombang kedua, maka kondisi bisa diperkirakan cukup terkendali,".

Semoga bermanfaat ๐
BalasHapusTerima Kasih ilmunya ๐
BalasHapusTeori nya sangat bermanfaat min ๐
BalasHapusNtapsss๐๐ป
BalasHapusThanks ๐
BalasHapusGood job kawan
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagus semoga bermanfaat๐
BalasHapusSangat bermanfaat terima kasih ๐
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat recomended sekali๐๐
BalasHapusGood job
BalasHapusGood๐๐
BalasHapusGood๐๐
BalasHapusGood๐๐
BalasHapusAmazing๐๐
BalasHapusBagus,semoga bermanfaat untuk yang sedang nonton dan bermanfaat juga di kalangan masyarakat,sukses selalu ๐
BalasHapusMantap saranya bro semoga bermanfaat dan berguna bagi yang nonton dan di kalangan masyarakat,semoga sukses kawan ๐
BalasHapusMantap saranya bro semoga bermanfaat dan berguna bagi yang nonton dan di kalangan masyarakat,semoga sukses kawan ๐
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih :)
BalasHapus