Jumat, 18 Desember 2020

Poster Investasi dimasa Muda


 Poster Investasi

Assalam'ualaikum, di blog ini saya akan menjelaskan pentingnya bagi kita untuk berinvestasi di usia muda, walau tidak dengan modal yang besar investasi itu perlu bagi kita dimulai dari usia muda karena suksesnya orang itu tidak ada yang tahu kan... yuksss simak !!

Dan bagi teman-teman bloger saya, bantu like dan coment poster saya di Instagram ya. Klik 






Investasi perlu direncanakan sejak dini

 

 

Tantangan utama anak muda di usia 20an untuk masalah keuangan adalah bagaimana mereka mengeluarkannya untuk spending pengalaman baru, dibandingkan saving untuk keperluan jangka panjang.

 

Usia 20an adalah usia transisi dari remaja ke dewasa, dimana kamu punya otoritas penuh terhadap diri sendiri, punya pekerjaan dan bisa menafkahi diri sendiri, belum ada tanggungan atau cicilan dan mau menikmati hasil usaha kerja dengan senang-senang serta membeli pengalaman baru.


Kenapa anak muda harus 

berinvestasi?

 

 

1. Menciptakan sumber keuangan baru

 

Berinvestasi memberikan kamu kesempatan untuk menambah nilai atas uang kamu. Ketika dana investasi kamu menghasilkan bunga, bunga itulah yang menjadi keuntungan kamu. Beda halnya dengan menabung, dimana uang kamu hanya akan diam di bank dan tidak menambah nilai.

 

 

2. Kamu bisa kejar mimpi

 

Mimpi punya rumah? Memulai bisnis sendiri? Investasi bisa membantu kamu untuk mewujudkan tujuan mimpi kamu.

 

 

3. Kamu membuat uang bekerja untuk kamu, bukan sebaliknya :)

 

Dana yang kamu investasikan akan menghasilkan uang tambahan dari bunga yang dihasilkan. Dari tambahan pemasukkan tersebut, kamu bisa “menikmati” hidup melakukan hal yang kamu inginkan, misalnya traveling, melanjutkan pendidikan atau modal membangun bisnis.

 

 

4. Menyiapkan masa tua

 

Akan ada waktunya kamu harus pensiun dan berhenti dari dunia kerja. Tentunya kamu harus mempersiapkan sumber pendapatan ketika kamu sudah nggak produktif lagi. Kalau kamu melakukan investasi dari muda, dana investasi dan keuntungannya bisa kamu nikmati ketika kamu pensiun nanti. Nilai uang kamu akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

 


Jumat, 11 Desember 2020

Risk and Return

 Assalam'ualaikum di blog saya kali ini saya akan membahas materi yaitu Risk and Return

Yuksss di bacaa agar nambah pengetahuan ๐Ÿ˜‡




Secara umum, motivasi yang melandasi keputusan investor dalam menginvestasikan sejumlah dananya adalah untuk mendapatkan return dimasa yang akan datang. Dalam dunia investasi, risk and return sangat erat hubungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Markowitz, “Don’t put all your eggs in one basket”, artinya jangan letakkan semua telurmu dalam satu keranjang.

Dengan teori sederhana ini lah Markowitz menjelaskan risk and return berhubungan linier. Setiap instrumen investasi pasti memiliki tingkat pengembaliannya masing-masing. Namun, pada kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai risk and return investasi.

Risk and Return – Pengertian Risiko (Risk)

Menurut Fahmi (2014:357), “Risiko sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

Sementara itu, Husnan (2015:43) mendefisinikan risiko sebagai kemungkinan tingkat keuntungan yang diperoleh menyimpang dari tingkat keuntungan yang diharapkan.

Menurut Zubir (2013) yang dikutip oleh Fawziah (2016) dan Mardani (2017:33), investor akan menanggung sejumlah risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor-faktor tertentu yang tidak dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut ialah:

  • Interest rate risk, yaitu risiko perubahan tingkat bunga tabungan dan pinjaman;
  • Market riskyaitu risiko gejolak (variabilityreturn;
  • Inflation risk, yaitu risiko menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari kenaikan harga barang-barang secara terus menerus dan umum.
  • Business risk, yaitu risiko tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan semakin ketat;
  • Financial risk, yaitu risiko keuangan yang berkaitan dengan struktur modal yang digunakan untuk mendanai kegiatan perusahaan.
  • Liquidity risk, yaitu risiko yang berkaitan dengan kesulitan untuk mencairkan protofolio;
  • Exchange rate risk atau currency risk, yaitu risiko perubahan nilai tukar mata uang antar negara;
  • Country risk, yaitu risiko kondisi politik, keamanan dan stabilitas perekonomian antar negara.

Mengingat sangat kompleksnya risiko (risk) dalam investasi, maka munculah penyederhanaan dalam teori investasi modern. Dalam teori investasi modern, risiko dapat digolongkan menjadi risiko sistemamtis (systematic risk) atau biasa disebut dengan risiko pasar (market risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk).

Menurut Husnan (2015:141), Systematic risk adalah risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Sedangkan Unsystematic risk adalah risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Penjumlahan kedua jenis risiko tersebut disebut dengan risiko total.

Dalam Mardani (2017:34), Secara statistik, risiko investasi dapat diukur menggunakan dua alat ukur, yaitu standar deviasi dan beta saham. Standar deviasi menggambarkan gejolak return saham dari return rata-rata suatu sekuritas. Sedangkan beta saham menggambarkan gejolak return dari return pasar.

Risk and Return – Pengertian Tingkat Pengembalian (Return)

Menurut Fahmi (2014:358), Return adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Sedangkan Bodie et., all (2005) mendefinisikan return sebagai penjumlahan sederhana pendapatan yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa return merupakan tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang dilakukan. Sedangkan tingkat pengembalian yang diharapkan dalam investasi disebut dengan expected return. Selisih antara actual return dengan expected return disebut juga dengan abnormal return (return tak terduga).

Abnormal return bernilai positif artinya return yang terjadi lebih besar daripada return yang diharapkan. Sedangkan abnormal return bernilai negatif artinya return yang terjadi lebih kecil daripada return yang diharapkan.

Setiap jenis investasi memiliki tingkat keuntungannya masing-masing, seperti Sertifikat Deposito Bank yang menjamin return sebesar tingkat bunga yang telah ditentukan BI dan bersifat pasti, Obligasi yang memberikan return yang disebut dengan Kupon dan akan dibayarkan secara periodik atau sekaligus dan bersifat pasti.

Berbeda dengan investasi saham, return yang diterima pada investasi saham ada dua yaitu capital gain atau capital loss dan dividen (dalam Mardani, 2017:32). Return pada investasi saham sangat tergantung pada performance emiten di pasar.

Dengan demikian, investasi saham tidak akan menjamin keuntungan bagi investor (pemodal). Meskipun demikin, investasi saham mampu memberikan return yang lebih tinggi daripada investasi aset bebas risiko. Apabila sobat dapat mengelola investasi dengan baik, bahkan return yang tinggi sekalipun dapat diperoleh.

Hubungan Risk dan Return

Secara teknis, semakin tinggi expected return, maka risk yang dihadapi investor juga semakin tinggi dan berlaku sebaliknya. Hubungan risk and return adalah linier dan searah. Grafik Security Market Line berikut menjelaskan hubungan risk and return dalam investasi dipasar modal.

Risk and Return
Image: M Jurnal

Grafik Security Market Line (SML) di atas menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara risk and return. yang mana risk ditunjukkan oleh E(Rp) atau expected return portfolio pada sumbu Y dan risk ditunjukkan oleh ฮฒp atau Beta portofolio pada sumbu X.

Sementara itu, R merupakan tingkat keuntungan investasi pada aset bebas risiko dengan risiko sebesar nol (0). E(Rm) atau expected return market merupakan tingkat keuntungan pasar saham.


Daftar pustaka :

https://mjurnal.com/trading-investasi/finansial-hubungan-risk-and-return/


“FINANCIAL INSTRUMENT, DEREVATIVE SECURITIES, OPTION DAN FUTURE”

 Assalam'ualaikum sobat bloger ๐Ÿ˜‡

FINANCIAL INSTRUMENT, DEREVATIVE SECURITIES, OPTION DAN FUTURE


A.FINANCIAL INSTRUMENT

Financial Instrument adalah aset keuangan atau dokumen permodalan yang dapat diperdagangkan. Aset aset ini bisa berupa uang tunai atau dokumen kontrak yang mengijinkan seseorang untuk menerima atau mengirim uang tunai atau instrument keuangan lainnya dan dokumen bukti kepemilikan permodalan di sebuah entitas atau perusahaan.

Contoh Financial Instrument adalah check. Jadi ketika anda memutuskan untuk membayar sesuatu dengan menggunakan check, itu artinya anda telah menggunakan Financial Instrument. Sebab pada lembar check tersebut sudah tercantum besaran biaya yang harus anda keluarkan untuk membeli barang yang anda inginkan. Penjual barang tersebut tinggal menagihkan Check itu ke Bank.

Contoh lain semisal anda memiliki piutang kepada teman anda si A sebesar Rp. 50.000.,00. Anda dan A telah mencatat hutang tersebut ke dalam sebuah faktur hutang piutang. Lantas, karena anda mendadak membutuhkan uang dan si A sulit ditagih, maka anda memutuskan untuk berhutang kepada kawan anda yang lain yang bernama B dengan menjadikan faktur hutang piutang anda dengan A sebagai jaminan.

Faktur hutang piutang ini telah menjadi Financial Instrument bagi anda. Karena faktur ini adalah dokumen kontrak yang mengijinkan B untuk menagih hutang dan mendapatkan uang tunai dari si A.

Namun, untuk contoh transaksi terakhir diatas, anda harus memastikan bahwasanya baik A maupun B telah bersepakat untuk menerima faktur hutang piutang tersebut sebagai Financial Instrument. Dengan demikian kedepannya B tidak perlu lagi kesulitan menagih hutang dari si A.

Jenis Jenis Financial Instrument

Financial Instrument menurut nilainya dapat dibagi menjadi dua bagian. Dua bagian tersebut ialah Cash Instruments dan Derivatives Instrument.

1. Cash Instruments adalah instrument keuangan yang nilainya ditentukan oleh pasar atau kesepakatan kedua belah pihak yang bersangkutan. Contoh Financial Instrument jenis ini adalah deposito, sertifikat deposito atau faktur hutang piutang.

2. Derivatives Instrument adalah kontrak atau perjanjian keuangan yang harga nilai, dan keuntungan  kontrak tersebut ditentukan berdasarkan kinerja atau performa aset atau indeks komoditas lain. Contoh Financial Instrument jenis ini adalah dokumen jual beli minyak Brent Crude yang dibeli menggunakan transaksi Futures Contract.

,Financial Instrument yang diperdagangkan di ndonesia

Jika anda tertarik untuk memasuki pasar modal dan pasar uang di Indonesia, anda bisa membeli produk produk keuangan di IDX (Bursa Efek Indonesia/ BEI). Financial Instrument yang diperjual-belikan dalam bursa ini rata rata merupakan instrument keuangan jangka panjang. Adapun Financial Instrument tersebut adalah:

  • Saham (Stocks/Shares);
  • Obligasi (Bond);
  • Reksa Dana;
  • Exchange Traded Fund (ETF);
  • Derivatif

Untuk produk produk derivatif, anda bisa membeli dan menjual produk produk berikut ini di BEI:

  • IDX LQ45 Futures. IDX LQ45 Futures adalah kontrak pembelian dan penjualan underlying indeks LQ45 di waktu tertentu dan harga tertentu di masa depan. LQ45 adalah benchmark harga harga saham di Pasar Modal Indonesia;
  • Indonesia Government Bond Futures (IGBF). IGBF adalah kontrak penjualan dan pembelian sejumlah Surat Utang Negara (SUN) dengan harga tertentu di masa depan.

Instrument-instrument di atas memiliki risiko dan harga sendiri sendiri. Apabila anda berkenan membeli produk produk keuangan diatas, alangkah lebih baiknya anda juga memperhitungkan risiko tersebut di samping hanya memperhitungkan keuntungannya saja.


B.DEREVATIVE SECURITIES

Pengertian Derevatif Securities
Derevative Securities (Sekuritas derivative) adalah suatu instrumen keuangan yang merupakan turunan (derivative asset) dari instrumen utamanya (underlying asset) baik efek yang bersifat penyertaan maupun hutang.

Manfaat Derevatif Securities

Manfaat Derivatif
Berikut ini beberapa manfaat dari derivatif, diantaranya:
1. Meminimalisir Risiko merupakan manfaat utama dari adanya sekuritas derivatif.
2. Memperbesar Keuntungan jika sekuritas derivatif mampu meminimalisir risiko berarti dapat memperbesar keuntungan para pemegangnya.
3. Mengamankan Investasi sekuritas derivatif merupakan upaya stabilisasi investasi dan jaminan laba bagi para investor. 

Jenis Sekuritas Derivatif :
1. Warrant
2. Right
3. Option
4. Forward
5. Future

1. Warrant
Warrant merupakan instrumen turunan dari saham atau obligasi. Warrant adalah salah satu surat beharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan harga tertentu selama periode tertentu pula.

2. Right
Right merupakan produk turunan dari saham. Kebijakan right merupakan upaya emiten atau pihak perusahaan yang menerbitkan saham untuk menambah jumlah saham yang beredar, guna menambah modal bagi perusahaan.

3. Option
Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call option) atau menjual (put option) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu.

4. Forward
Forward pada dasarnya adalah suatu perjanjian untuk membeli atau menjual sebuah aset dengan harga tertentu untuk penyerahan di masa depan. Aset yang diperjualbelikan bisa saja komoditas ataupun aset-aset.

5. Future
Future contract adalah kontrak standar antara dua pihak untuk membeli (long position) atau menjual (short position) suatu aset dengan harga tertentu (delivery price) untuk penyerahan di masa depan melalui mekanisme bursa yang terorganisasi.


C. OPTION 

Pengertian Option
 
 Option adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihak lain (sebagai penjual).

Pelaku Transaksi Perdagangan

1.Pasar uang antar bank (PUAB) 
2.Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing. 
3. Perusahaan manajemen investasi 4. Demikian juga dengan pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang. 
5. Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail).

Mekanisme Perdagangan
1.Sama seperti sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga bisa diperdagangkan pada bursa efek atau bursa paralel (over the counter market).
2.Pada perdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (option clearing corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual opsi.
3.Transaksi pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli.

D. FUTURE

a. Pengertian Future
Futures adalah salah satu tipe instrumen keuangan derivatif atau kontrak finansial yang berisi tentang pembelian atau penjualan komoditas atau suatu aset instrumen keuangan dua pihak dengan harga tertentu, dengan janji pengiriman pada waktu di masa yang akan datang.

Mekanisme Perdagangan
1. Anggota bursa berjangka juga menjadi anggota central clearinghouse
2. Sistem perdagangan terintegrasi dengan sistem setelmen
3. Anggota bursa berdagang di antara mereka dengan pihak lawan central clearing
4. Masyarakat investor berdagang lewat perusahaan perantara Investor berhubungan dengan perantara. Perantara melakukan order investor dengan cara bergdagang di antara anggota bursa di Bursa Komoditas
5.Anggota bursa (perantara) meyelesaikan pembayaran dan penyerahan barang lewat central clearing.


Daftar pustaka :

https://www.simulasikredit.com/apa-itu-financial-instrument/

https://handbook.unimelb.edu.au/subjects/fnce30007/


INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN, DJIA, STANDARD AND POOR’S INDEX, INDIKATOR PASAR OBLIGASI, VALUE LINE INDEX, INDEKS BERBOBOT SAMA.

 INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN, DJIA, STANDARD AND POOR’S INDEX, INDIKATOR PASAR OBLIGASI, VALUE LINE INDEX, INDEKS BERBOBOT SAMA.

Pengertian IHSG


IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Secara internasional disebut juga dengan Indonesia Composite Index (ICI) dan ada juga yang menyebutnya dengan IDX Composite. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah cerminan kegiatan pasar modal secara umum. IHSG menggambarkan suatu rangkain informasi historis mengenai pergerakan harga saham gabungan, sampai pada tanggal tertentu.

Manfaat IHSG

Mengamati pergerakan IHSG sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi ekonomi di Indonesia. Ada banyak saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tidak mungkin para investor melihat satu per satu pergerakan saham setiap harinya, di sinilah peran penting IHSG.

Cara menghitung IHSG

-Rumus IHSG: Indeks = (Nilai Pasar / Nilai Dasar) x 100

-Rumus Nilai Pasar: Nilai Pasar = p₁q₁ + p₂q₂ + … + piqi + pnqn

Cara IHSG Dapat Berfluktuasi

Harga saham sangat terpengaruh dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Internal: cashflow perusahaan pada laporan keuangan tercatat minus.
Eksternal: kebijakan pemerintah memberi dampak negatif terhadap sektor perusahaan.
Tentu saja penurunan harga saham juga dapat memengaruhi penurunan poin IHSG.

DJIA (DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE)

Pengertian DJIA

Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah sebuah indeks di pasar saham yang diciptakan oleh Charles Dow pada tahun 1896. DJIA merupakan sebuah perusahaan yang memiliki saham publik terbesar di pasar berjangka Amerika Serikat. DJIA juga seringkali menjadi tolak ukur atau patokan sebagai ukuran real-time dari kestabilan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.

Konversi Nilai DJIA Kedalam Nilai Dolar

Bagaimana sebuah saham akan mempengaruhi indeks DJIA, bagi perubahan harga saham dengan angka pembagi (divisor) yang berlaku saat ini. Sebagai ilustrasi, jika saham General Electric naik US$5, bagi dengan 0.14418073, dimana akan menghasilakan angka 34.68.

Metode Penghitungan Indeks

Metodelogi perhitungan indeks Dow Jones dikenal dengan nama metode harga tertimbang. Walaupun bisa menyesuaikan dengan adanya stocks split, kekurangan dari metode ini adalah tidak memberikan cerminan bahwa perubahan US$1 untuk saham dengan harga US$10 lebih signifikan (dalam hal persentase) daripada perubahan US$1 pada saham dengan harga US$100.
 

Standard and Poor’s Index

Pengertian Standard and Poor’s Index

Standard and Poor Index atau yang umum dikenal sebagai indeks S&P adalah indeks saham paling populer dan termasuk yang terbesar di Amerika Serikat, selain NASDAQ Composite dan Dow Jones Industrial Average. Indeks pasar saham adalah indikator mengenai kekuatan ekonomi suatu negara. Di AS, ketiga indeks saham tersebut adalah yang paling banyak memutar pasar saham.

Kerja Indeks Standard and Poor’s 

Pada 2012, Standard & Poor’s kembali melakukan gebrakan. Standard and Poor Index selanjutnya menggabungkan operasi indeksnya dengan Indeks Dow Jones untuk memimpin pasar industri ini. McGraw-Hill Cos. membeli S&P ada 1966 dan pada 2016 McGraw Hill Financial mengganti namanya menjadi S&P Global.

Indikator Pasar Obligasi

Penjelasan Indeks  Pasar Obligasi

  Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan kondisi pasar hari ini diperkirakan menguat terbatas. Hal itu, dilatarbelakangi tensi geopolitik yang meningkat sehingga ruang penguatan harga surat utang menjadi lebih sempit.  Oleh karena itu, dia merekomendasikan agar investor memilih wait and see. Adapun, indikator pasar yang harus dicermati yakni pergerakan harga di rentang 50 basis poin hingga 75 basis poin. 

VALUE LINE INDEX

Penjelasan VALUE LINE INDEX

Jumlah total perusahaan dalam Indeks Komposit Garis Nilai berada di dekat 1681, dan terdiri dari perusahaan yang sama dengan The Value Line Investment Survey, tidak termasuk dana tertutup. Indeks Komposit Garis Nilai memiliki dua bentuk, Indeks Komposit Geometris Garis Nilai atau Indeks Komposit Aritmatika Garis Nilai. Jumlah perusahaan dalam Indeks Komposit Garis Nilai berfluktuasi berdasarkan faktor-faktor termasuk: penambahan atau penghapusan daftar perusahaan di bursa itu sendiri, merger, akuisisi, kebangkrutan, dan keputusan cakupan yang dibuat oleh Garis Nilai untuk Indeks Gabungan Garis Nilai.

INDEKS BERBOBOT SAMA

Penjelasan Indek Berbobot Sama

Dua metode untuk menghitung indeks harga berbobot adalah metode Laspeyres dan metode Paasche. Keduanya berbeda hanya pada periode yang digunakan untuk pembobotannya.Metode Laspeyres memakai bobot periode-acuan; artinya harga dan jumlah awal barang-barang digunakan untuk mencari perubahan persen pada akhir periodenya, entah dalam harga atau jumlah yang konsumsi, bergantung pada persoalannya, Metode Paasche memakai bobot tahun-sekarang.


Daftar pustaka :

Ojs.unud.ac.id  PDF

media.neliti.com PDF


Kamis, 10 Desember 2020

Derivatif

Derivatif



Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya.

Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.

Derivatif Keuangan

Derivatif yang terdapat di Bursa Efek adalah derivatif keuangan (financial derivative). Derivatif keuangan merupakan instrumen derivatif, di mana variabel-variabel yang mendasarinya adalah instrumen-instrumen keuangan, yang dapat berupa saham, obligasi, indeks saham, indeks obligasi, mata uang (currency), tingkat suku bunga dan instrumen-instrumen keuangan lainnya.

Instrumen-instrumen derivatif sering digunakan oleh para pelaku pasar (pemodal dan perusahaan efek) sebagai sarana untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas portofolio yang mereka miliki.

Transaksi Derivatif

Transaksi derivative adalah Suatu transaksi derivatif merupakan sebuah perjanjian antara dua pihak yang dikenal sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Dalam istilah umum, transaksi derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya tergantung pada – diturunkan dari – nilai aset, tingkat referensi atau indeks.

Forward

Foward adalah  Transaksi/kontrak membeli/menjual valuta asing lawan valuta  lainnya pada tanggal valuta dimasa yang akan datang dengan harga/rate yang sudah ditentukan sekarang (pada tanggal kontrak). 

 Hadging

- Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang.Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan.

- umumnya lebih dikenal dalam rangka transaksi  yang  terkait  dengan  perbankan. 

- Dalam sejarahnya, CBOT (Chicago Board of Trade) itu dibentuk tahun 1848 oleh  para  pengusaha pertanian di  Amerika sebagai solusi atas fluktuasi harga komoditas biji-bijian (grains).

Swap

Swap adalah  Suatu kontrak untuk membeli/menjual sejumlah valuta asing (refference currency) terhadap valuta asing lainnya (non-refference currency) pada tanggal valuta tertentu dan secara bersamaan disepakati untuk menjual/membeli kembali jumlah tersebut di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan.

Ada dua jenis swap yaitu :

- suku bunga dalam rangka pendanaan

- suku bunga dalam rangka trading



Dasar Hukum

  • UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • Peraturan Pemerintah no.45 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal.
  • SK Bapepam No. Kep.07/PM/2003 Tgl. 20 Februari 2003 tentang Penetapan Kontrak Berjangka atas Indeks Efek sebagai Efek
  • Peraturan Bapepam No. III. E. 1 tgl. 31 Okt 2003 tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek
  • SE Ketua Bapepam No. SE-01/PM/2002 tgl. 25 Februari 2002 tentang Kontrak Berjangka Indeks Efek dalam Pelaporan MKBD Perusahaan Efek
  • Persetujuan tertulis Bapepam nomor S-356/PM/2004 tanggal 18 Pebruari 2004 perihal Persetujuan KBIE-LN (DJIA & DJ Japan Titans 100)
Daftar pustaka : 

https://www.idx.co.id/produk/derivatif/

PERILAKU INVESTOR

Assalam'ualaikum di blog saya ini saya akan menjelaskan mengenai Perilaku Invesor dalam pasar modal... yukss baca๐Ÿ˜‡ semoga bermanfaat

PERILAKU INVESTOR


Perilaku 
Prilaku dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam semua aktivitas manusia. Kaitannya dalam perilaku investor dapat dijelaskan bahwa perilaku investor merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh investor yang secara langsung terlibat dalam proses berinvestasinya.



1. Adventurers

Investor yang tergolong pada poin ini umumnya tidak memperdulikan risiko, bahkan cenderung untuk menyukai risiko (Risk Takers). Mereka cenderung untuk tidak memperdulikan nasihat para financial advisors karena berbeda pandangan tentang risiko.

2. Celebrities


perilaku Kelompok ini selalu ingin tampil, menonjol, dan menjadi pusat perhatian. Mereka seringkali tidak terlalu peduli pada perhitungan untung-rugi investasi, asalkan keputusan mereka untuk membeli atau menjual surat berharga dilihat dan didengar oleh orang banyak. Dan mereka tergolong dalam kecenderungan Risk Takers.

3. Individualists

Perilaku ini terdiri dari orang-orang yang cenderung untuk bekerja sendiri dan tidak peduli pada keputusan investasi orang lain (jadi merupakan kebalikan dari perilaku yang cenderung untuk mengikuti arus). Mereka cenderung menghindari risiko yang tinggi dan tidak keberatan untuk menghadapi risiko yang moderat.

4. Guardians


Pola perilaku investor yang beranggotakan investor “matang”, mereka lebih berpengalaman serta berpengetahuan relatif luas. Cenderung mereka sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Ketika mereka didampingi oleh financial advisor, maka pendampingnya itu akan dijadikan teman berdiskusi. Jika ternyata terjadi ”kesalahan” keputusan investasi, kelompok ini cenderung tidak mengkambinghitamkan orang lain, karena merasa telah terlibat langsung dalam proses pemilihan investasi. Mereka yang ada di dalam perilaku kelompok ini pada umumnya lebih bersifat Risk Averse.

5. Straight Arrows

mereka yang tergabung dalam kelompok ini kadang-kadang bersifat sangat Risk Averse, dan terkadang sebaliknya. Suatu ketika mereka mengambil keputusan atas dasar kepercayaan pada kemampuan diri sendiri seperti halnya kelompok individualists, tetapi pada waktu lain lebih menampakkan Sifat Follow The Crowd.

Faktor penting dalam menentukan pilihan investasi pada instrumen obligasi dilihat dari sisi risiko 

1) Default Risk (Risiko gagal bayar).
2) Tingkat Suku Bunga
3) Risiko Pembelian Kembali (Call Risk). 
4) Biaya Investasi
5) Pengaruh Deposito. 
6) Risiko Likuiditas. 
7) Inflasi. 












Capital Asset Pricing Model (CAPM)

 Assalam'ualaikum wr.wb di blog saya kalini saya akan menjelaskan satu matrri tentang Capital Asset Pricing Model (CAPM) yuks simak!!!...


Capital Asset Pricing Model (CAPM)


A. Capital Asset Pricing Model (CAPM)
Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model asset pricing yang cukup sering digunakan oleh akademisi maupun kaum birokrat dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Meskipun telah banyak teori-teori model asset pricing lainnya yang berkembang, CAPM tidak pernah absen untuk digunakan.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) – Definisi

Capital Asset Pricing Model (CAPM) pertama kali diperkenalkan oleh Treynor (1961), Sharpe (1964), dan Lintner (1965). Sharpe et., al. (2005:405) mengungkapkan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model penetapan harga aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa ekspektasi return atas sekuritas tertentu adalah fungsi linear positif dari sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasarnya.

Sederhananya begini, “Pada CAPMrisk and return berhubungan positif dan linear”. Artinya, apabila semakin besar risiko investasi tersebtu, maka investor akan mengharapakan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Jika kita berpikir rasional sebagai investor, kita tidak akan memilih investasi yang beresiko tinggi tanpa mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi pula.

Sensitivitas sekuritas itu artinya adalah risiko sekuritas itu sendiri yang dilambangkan dengan Beta (ฮฒ). Sementara itu, portofolio pasar di Indonesia dapat diwakilkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ini sendiri merupakan suatu indeks yang mengukur pergerakan pasar saham di Indonesia.

Apabila IHSG menurun, maka rata-rata saham emiten juga menurun dan begitu pula sebaliknya. Hal ini tergantung pada tingkat sensitivitas sekuritas tersebut terhadap IHSG. Sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasar dapat pula disebut sebagai systematic risk atau market risk.

jika sobat menggunakan CAPM untuk mengestimasi return saham, gunakanlah Indeks Pasar (portofolio pasar) yang benar-benar dapat mewakilkan sampel.

Contohnya, jika sobat menggunakan saham LQ-45 sebagai sampel dalam penelitian, maka gunakanlah Indeks LQ-45 sebagai portofolio pasarnya. Jika sobat menggunakan IHSG sebagai portofolio pasar, maka hasil CAPM cenderung “Bias”.

Perhitungan yang bias seringkali ditemui ketika sensitivitas sekuritas terhadap portofolio pasar bernilai negatif. Karena, dalam investasi tidak ada risiko sistematis yang bernilai negatif.

Apabila bernilai negatif, maka hubungan risk and return menjadi tidak positif linear. Melainkan negatif linear. Dengan demikian, berhati-hatilah dalam memilih portofolio pasar yang benar-benar dapat mewakilkan sampel.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) – Asumsi-asumsi yang Mendasari

Asumsi-asumsi yang mendasari terbentuknya CAPM terangkum dalam Husnan (2015:140) sebagai berikut:

  1. Tidak ada biaya transaksi. Dengan demikian, siapapun dapat membeli atau menjual sekuritas tanpa dibebankan dengan biaya transaksi.
  2. Fully Divisibel. Artinya investasi sepenuhnya dapat dibagi-bagi. Dengan kata lain, investor dapat berinvestasi sekecil apapun pada seluruh jenis sekuritas.
  3. Tidak ada pajak penghasilan. Artinya, investor akan merasa indifferent antara memperoleh dividen atau memilih capital gain.
  4. Investor tidak dapat mempengaruhi harga saham dengan tindakan membeli atau menjual saham.
  5. Investor bertindak atas pertimbangan expected value menggunakan standard deviasi return
  6. Diperbolehkan Short Sales. Artinya, investor dapat membeli dan menjual sekuritas dalam waktu yang singkat dengan mengharapkan Capital Gain.
  7. Terdapat riskless lending and borrowing rate. Artinya, investor dapat menyimpan dan meminjam aset dengan tingkat bunga yang sama.
  8. Pengharapan yang homogen. Artinya, investor sepakat mengenai expected returnstandard deviasi, dan koefisien korelasi antar return.
  9. Semua aktiva dapat diperjualbelikan.


Capital Asset Pricing Model (CAPM) – Pembentukan Model

Capital Asset Pricing Model

Merujuk pada asumsi-asumsi yang digunakan, maka dalam CAPM hanya risiko sistematis atau market risk yang diperhitungkan sebagai tingkat risiko. Jika digambarkan dalam grafik, maka hubungan expected return dan risiko dapat dilihat pada grafik berikut:

  1. Perhatikan titik M, ini merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan pada portofolio pasar sebesar E(Rm) dengan risiko sebesar ฮฒm = 1 (satu).
  2. Security Market Line (SML) merupakan garis pasar sekuritas yang menunjukkan bahwa risk and return berhubungan positif linear. Perhatikan SML sebelah kiri titik M. Semakin kecil risiko sistematis (ฮฒ), maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin kecil. Sementara itu, SML sebelah kanan titik M menunjukkan bahwa semakin besar ฮฒ, maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin besar.
  3. Rf merupakan risk free rate atau disebut pula sebagai investasi bebas risiko. Di Indonesia Rf dapat diwakilkan dengan suku bunga deposito atau BI Rate. Perhatikan posisi Rf yaitu berada pada ฮฒ = 0 (nol). Selain itu, SML dimulai dari titik Rf sehingga Rf merupakan intercept dari SML.
  4. Risk Premium merupakan selisih dari Expected Return Market dengan Risk Free Rate. Hal ini menandakan bahwa risk premium merupakan kelebihan yang akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko sebesar ฮฒ. Sehingga, Risk Premium merupakan Slope dari SML.

Persamaan Matematis CAPM

Dengan demikian, dapat disusun persamaan matematis CAPM dalam mengestimasi return saham sebagai berikut (Husnan, 2015:154):

๐ธ(๐‘…๐‘–) = ๐‘…๐‘“ + ๐›ฝ๐‘–[๐ธ(๐‘…๐‘š) − ๐‘…๐‘“]

Dimana:
E(Ri) : Expected Return Portofolio i atau saham i;
: Risk Free Rate;
๐›ฝ๐‘– : Sensitivitas Sekuritas (portofolio) i terhadap portofolio pasar atau disebut pula systematic risk/market risk;
E(Rm) – R: Premi risko pasar (selisih expected return market dengan risk free rate)

Untuk dapat diuji apakah CAPM memang dapat memprediksi return saham, maka persamaan matematis CAPM harus diubah menjadi persamaan regresi linear seperti berikut ini:

Ri – Rf = ฮฑ + ฮฒi[Rm – Rf] + ะตi

Dimana:
Ri – Rf = Excess Return portofolio/sekuritas i yaitu selisih dari return portofolio/sekuritas i dengan risk free rate;
ฮฑ = Intercept;
ฮฒi = Beta portofolio/sekuritas i atau sensitivitas portofolio/sekuritas i terhadap perubahan return portofolio pasar;
Rm – Rf = Excess Return Market yaitu selisih dari return market dengan risk free rate;
ะตi = Error Term

Agar tidak bias, maka pengujian CAPM harus menghasilkan ฮฑ dan ฮฒ yang Positif dan Signifikan. Karena ฮฑ merupakan intercept dari SML dengan risk sebesar nol (0) yang disebut risk free rate (di Indonesia diwakilkan dengan suku bunga deposito atau BI Rate).

Kelebihan CAPM

Dalam penggunaannya, CAPM memiliki kelebihan tersendiri dalam mengestimasi return saham. Kelebihan tersebut sebagai berikut:

  1. Dapat dipergunakan untuk perhitungan jangka pendek;
  2. Data yang dibutuhkan mudah didapatkan;
  3. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengestimasi return

Kekurangan CAPM

Sebagai suatu model asset pricing yang cukup mudah digunakan, CAPM memiliki kekurangan yaitu hanya memperhitungkan market risk sebagai risiko tunggal dalam mengestimasi return saham. Dengan demikian, hasil estimasi kurang akurat.

Sekali lagi kami tekankan bahwa pemilihan indeks pasar yang tepat akan menentukan bias atau tidaknya hasil estimasi CAPM. Demikian ulasan singkat dari kami mengenai Teori Capital Asset Pricing Model (CAPM), semoga dapat bermanfaat.


Daftar pustaka :

https://mjurnal.com/skripsi/capital-asset-pricing-model-teori-dan-konsep/