C. Mekanisme Transaksi IPO
1. Penunjukkan penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwritter) dan profesi serta Lembaga Penunjang Pasar Modal terdiri dari Akuntan Publik, Konsultan Hukum, Notaris, Kantor Jasa Jasa Penilai Publik, dan Biro Administrasi Efek.
2. Calon Emiten dibantu oleh Lead Underwritter dan Profesi Penunjang Pasar Modal mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI dan KSEI.
3. Pernyataan pendaftaran perusahaan yang telah dinyatakan pra-efektif oleh OJK, selanjutnya melakukan sebuah penawaran awal kepada publik lebih dikenal dengan Book Building.
4. Setelah proses Book Building dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif, makan calon emiten akan melakukan penawaran harga saham awal dikenal dengan istilah.
5. Calon investor bisa membeli saham awal di BAE atau perusahaan sekuritas yang dimiliki. Pemesanan lembar saham / LOT tersebut diikuti dengan pengisian saldo sesuai nominal di RDI (Rekening Dana Investor). Para peminjam dana yang mengajukan pinjaman maksimal / diuar kebutuhan baik itu menggunakan agunan SHM dan BPKB Mobil (Nominal Besar) akan memanfaatkan uang tersebut untuk menabung atau meletakkan di instrumen investasi lainnya.
5. Jumlah permintaan yang terlalu over tidak bisa diproses semua, untuk itu lead underwritter akan melakukan penjatahan atas pemesanan agar pihak yang memesan bisa ikut menikmati bagian sesuai porsinya.
6. Setelah jumlah permintaan sudah dibagi rata, sisa dana akan dikembalikan kepada masing-masing pemesan. Semua sudah selesai saham tersebut mulai dicatat dan diperdagangkan di BEI.
7.Sejak saat itulah jual beli saham sudah bisa dilakukan pada aplikasi sekuritas yang investor pilih.
Ada beberapa jenis IPO dalam dunia saham :
1. Saham Bluechip
Reputasi dan kredibiltasnya sangat bagus, produknya banyak digunakan oleh masyarakat umum dalam jangka waktu panjang sekalipun akan terjadi krisis salah satu contohnya adalah unilever.
Keuntungan yang dihasilkan stabil sehingga dalam jangka waktu tertentu pemilik saham akan mendapatkan dividen.
2. Saham Income
Pemilik saham / investor mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, biasanya badan usaha selalu mendapatkan peningkatan laba.
3. Saham Growth
Dikeluarkan perusahaan yang terkemuka dan merupakan perusahaan terbesar dibidangnya, tapi kadang bisa juga saham tersebut dikeluarkan perusahaan yang tidak terlalu besar.
4. Saham Spekulatif
Saham gorengan tidak menjanjikan keuntungan besar setiap saat, tapi tidak perlu khawatir suatu saat akan mendapatkan Profit besar.
5. Saham Counter Cyclical
Tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi dunia baik saat krisis tetap bisa menghasilkan profit besar. Setelah membahas pengertian IPO, tujuan dan jenis-jenis IPO sekarang kita lanjutkan ke pembahasan keuntungan dan kerugian saham IPO.
D. Keuntungan dan Kerugian Serta Tips Membeli Saham IPO
Dari segi keuntungan mendapatkan lembar saham dengan harga sangat terjangkau dan memungkinkan memperoleh benefit tinggi dan kelonggaran masa pembelian,
Kerugian membeli saham IPO ada istilah nyangkut jadi untuk para trader hal ini membuat mereka khawatir, penarikan dana menghabiskan waktu seminggu.
Indikator berikut bisa menjadi dasar untuk menganalisis saham bodong :
✓Jumlah lot pembelian saham IPO
✓Persentasi investor lokal dan asing wajib diketahui
✓Capital Gain
✓Dalam bermain saham, seorang trader atau investor harus mengenali istilah PER
Ada tiga mekanisme IPO yang berlaku secara internasional, yakni lelang (auction), harga penawaran tetap (fixed-price offerings), dan book building. Dari tiga mekanisme tersebut, book building merupakan mekanisme yang paling umum digunakan di era modern. Menariknya lagi, dalam praktiknya, sebuah IPO dapat menggunakan dua mekanisme sekaligus. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap untuk masing-masing mekanisme IPO:
1. Mekanisme Lelang (Auction)
Dalam sebuah lelang, saham ditawarkan pada jadwal yang ditetapkan sebelumnya kepada beberapa calon pembeli; mereka akan bersaing satu sama lain untuk membeli saham yang ditawarkan. Ada dua tipe lelang IPO, yaitu single price auction dan discriminatory auction. Dalam single price auction yang juga disebut sebagai uniform price auction, semua peminat yang memenangkan lelang akan membayar harga, yang sama tidak peduli berapapun harga yang mereka pasang dalam lelang. Adapun dalam discriminatory auction yang disebut juga sebagai lelang Belanda (dutch auction), pemenang membayar efek pada harga yang mereka pasang. Pada era modern, tipe lelang Belanda pada umumnya digunakan untuk penawaran perdana obligasi pemerintah di banyak negara.
2. Mekanisme Harga Penawaran Tetap (Fixed-Price Offerings)
Dalam mekanisme IPO yang mengggunakan harga penawaran tetap, emiten menawarkan sejumlah saham pada harga tertentu tanpa mempertimbangkan permintaan. Setiap pemodal yang berminat harus menyebutkan jumlah saham yang mereka ingin beli pada harga itu. Jika permintaan saham melampaui jumlah yang ditawarkan atau terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed), maka bursa akan melakukan alokasi secara pro rata. Mekanisme ini cenderung menghasilkan harga penawaran rendah untuk menjamin agar emisi laku.
3. Mekanisme Book Building
Jika perusahaan ingin melakukan IPO dengan mekanisme book building, maka perusahaan akan membutuhkan penjamin emisi yang secara tradisional akan menjamin bahwa saham yang ditawarkan akan dijual. Dengan kata lain, perusahaan menjual efek ke penjamin emisi yang kemudian menjual kembali efek itu ke dealer dan/atau masyarakat umum. Transaksi penjamin seperti ini disebut sebagai bought deal; kontrak penjaminan finansial yang sering dikaitkan dengan Penawaran Umum Perdana atau Penawaran Publik.
Tujuan diadakannya IPO bisa kita lihat dalam 2 aspek, yaitu :
1. Aspek Finansial : a. Untuk refinancing atau restrukturasi permodalan, yaitu meningkatkan permodalan memperbaiki struktur keuangan perusahaan (Debt Equity Ratio) b. Mengurangi Cost Of Fund c. Merupakan sumber pendanaan Jangka Panjang.
2. Aspek Non Finansial : a. Lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat b. Meningkatkan profesionalisme c. Pemasaran perusahaan melalui ekspansi bisnis atau perluasan usaha d. Investasi baru dan e. Mengambil alih usaha lain.
Adapun tahapan-tahapan dari IPO yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan yang hendak go publik terdapat 3 tahapan, yaitu sebagai berikut :
1. Masa Persiapan
a. Kesepakatan rapat direksi mengena rencana IPO, b. Mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), c. Perusahaan membentuk tim untuk mempersiapkan IPO, d. Mengubah Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan, e. Mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan dokumen-dokumen f. Mengajukan pernyataan go publik kepada Bapepam-LK Setelah dinyatakan efektif, perusahaan dapat membuat prospectus.
2. Masa Penawaran
a. Mempublikasikan prospectus b. Melakukan penawaran perdana c. Penjahatan efek d. Refund
3. Masa Pencatatan, beberapa minggu setelah penawaran perdana. Jadi peran IPO muncul pada saat saham perdana tersebut ditawarkan kepada publik, dimana terjadi penentuan harga saham IPO yang kenal dengan underpricing dan overpricing.
Underpricing adalah suatu keadaan dimana harga saham pada saat penawaran perdana lebih rendah dibandingkan dengan ketika diperdagangkan di pasar sekunder dan perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan dana maksimal, sedangkan jika terjadi overpricing, maka perusahaan akan berhasil menghimpun dana lebih murah, sehingga akan mendapatkan dana yang maksimal.
Kondisi Underpricing menyebabkan terjadinya positive Initial Return (IR), dimana keuntungan yang diperoleh pemegang saham karena perbedaan harga saham yang dibeli di pasar perdana saat IPO dengan harga jual yang bersangkutan di hari pertama dipasar sekunder.
Oleh karena itu dalam pelaksanaan IPO, perusahaan meminimalisir underpricing, karena dengan terjadinya underpricing akan menyebabkan kemakmuran (wealth) dari pemilik kepada para investor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar