Dampak Wabah Virus Corona terhadap e-Commerce dan Industri Jasa Pengiriman
Dampak Wabah Virus Corona terhadap e-Commerce dan Industri Jasa Pengiriman . Di indonesia industri jasa pengiriman saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan pertumbuhan perdagangan online di indonesia yang tinggi. Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS), dalam 10 tahun terakhir industri e-commerce indonesia mengalami peningkatan dengan total mencapai 27 juta unit .Pertumbuhan perdagangan online yang tinggi tersebut yang membuat indonesia menjadi salah satu negara yang paling berpotensi pasar besar dalam sektor pertaniaan. Hal ini berkaitan dengan industri jasa pengiriman yang mengarkan barang ke konsumen serta sektor pergudangan sebagai tempat penyimpanan barang .
Perkembangan pemesanan e-commerce yang semakin hari semakin meningkat pun terjadi pada bulan februari 2020, tepatnya setelah wabah Virus Corona (Covid-19) menyebar di Indonesia. Virus Corona (covid-19) banyak sekali dampak yang sterjadi tehadap perekonomian di negara-negara yang terdampak virus tersebut, termasuk Indonesia.
Peningkatan perdangan di era digital tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang lebih memilih untuk membeli kebutuhannya secara online, hal tersebut sejalan dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah yaitu bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta perpanjangan masa belajar di rumah.
Pertumbuhan e-ccomers atau perdagangan online pada kondisi seperti sekarang ini membuka peluang besar bagi jasa ekspedisi pengiriman barang antar daerah, baik domestik maupun luar negeri untuk dapat berkontribusi dalam proses pengiriman. Jasa kurir juga berperan penting dalam menunjang kelancaran bisnis suatu perusahaan yang memerlukan layanan pengiriman secara cepat dan aman.
Pada situasi terkait penyebaran Virus Corona seperti sekarang ini, sejumlah pemerintah daerah membuat kebijakan untuk meminimalisasi kegiatan yang melibatkan orang banyak, salah satunya adalah imbauan bagi para pengusaha untuk menutup kegiatan perkantoran dan memberlakukan WFH.
Namun, ditengah kebijakan tersebut, beberapa perusahaan jasa pengiriman barang tetap mempekerjakan petugas lapangan yang melayani konsumen, mulai dari customer service, kurir, hingga driver. Hal tersebut dilakukan karena antusias belanja online masyarakat kian meningkat di tengah pandemi Virus Corona.
Sejak penyebaran Virus Corona di Indonesia, sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang mencatat kenaikan pengiriman barang mencapai 80%. Pada kondisi seperti sekarang ini, sekitar 60% sampai 70% transaksi pengiriman barang perusahaan berasal dari e-commerce. Namun, terdapat juga perusahan jasa pengiriman barang yang menyatakan bahwa kenaikan pengiriman tidak begitu signifikan atau bahkan mengalami penurunan.
Saat ini, industri kurir yang berfokus pada pengiriman paket secara cepat atau last mile delivery mengalami lonjakan pengiriman terutama pada komoditas pangan dan barang-barang kebutuhan pokok. Jenis barang yang mengalami peningkatan pengiriman di antaranya adalah produk makanan, sayur dan buah-buahan, alat kesehatan, serta bahan kimia untuk cairan pembersih
Semakin meningkatnya jumlah pemesanan dalam e-commerce, ditunjang oleh layanan yang diberikan jasa kurir juga semakin berkembang, mulai dari sistem tracking, e-wallet, sampai multidrop. Sistem tracking memungkinkan konsumen bisa memantau jasa kurir online yang sedang bertugas mengantarkan barangnya. Sementara e-wallet adalah proses pembayaran yang bisa digunakan oleh konsumen, sehingga tidak perlu kesulitan untuk mentransfer ataupun membayar langsung secara tunai, sedangkan sistem multidrop memungkinkan konsumen mengirimkan barang dari satu asal ke beberapa tujuan dalam satu kali pengiriman. Begitu juga sebaliknya, konsumen dapat mengirimkan barang dari beberapa barang ke satu tujuan.
Yang Dilakukan Perusahaan E-commerce dan Jasa Pengiriman Saat Menghadapi Wabah Virus Corona
Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona di Indonesia yang berjumlah 893 orang hingga per 26 Maret 2020 mendasari beberapa perusahaan pengiriman barang melakukan langkah antisipatif untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut meskipun tetap melakukan kegiatan operasional.
Walaupun saat ini kegiatan jual beli online dinilai menjadi solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran konsumen dan juga mencegah risiko penularan antar manusia, tentu ada peraturan khusus dan tindakan tercegah yang diberlakukan oleh perusahaan-perusahaan pengiriman barang dalam kondisi pandemi seperti ini.
Tindakan preventif itu dilakukan sebagai upaya agar pengiriman barang dari transaksi jual beli online tidak terganggu dengan adanya pandemi. Beberapa langkah preventif tersebut di antaranya adalah dengan mewajibkan para karyawan untuk menggunakan masker dan sarung tangan baik saat menyortir barang, pengambilan barang, hingga pengantaran serta selalu melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh karyawan.
Selain itu, beberapa perusahaan juga telah menginstruksikan untuk menyemprotkan desinfektan pada seluruh cabang dan setiap paket yang akan dikirimkan serta memberikan edukasi mengenai upaya antisipatif dan pencegahan penyebaran virus melalui setiap station pengiriman barang.
Baca juga Jasa pengiriman termurah di medan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar