BAB I
PERSEKUTUAN
PEMBENTUKAN DAN USAHANYA
Contoh soal dan Penyelesainnya
AKUNTANSI TERHADAP PENYERTAAN MODAL DALAM PERSEKUTUAN
1.Tuan X, Y dan Z mendirikan suatu persekutuan dengan investasi masing-masing Rp.85.000; Rp.35.000; dan Rp.60.000. mereka setuju untuk membagi keuntungan atau kerugian dengan perbandingan yang sama. Apabila persekutuan mendapat laba Rp.120.000, maka rekening modal untuk masing-masing anggota menjadi sebagai berikut:
Kekayaan
Bersih Modal X Modal Y Modal Z
Investasi Rp.180.000 Rp. 85.000 Rp.35.000 Rp.60.000
Laba Rp. 120.000 Rp. 40.000 Rp.40.000 Rp.40.000
jumlah Rp.300.000 Rp.125.000 Rp.75.000 Rp.100.000
2.Apabila persekutuan tersebut pada nomor 1, menderita kerugian sebanyak Rp.120.000 maka rekening modal untuk masing-masing anggota akan menjadi sebagai berikut:
Kekayaan
Bersih Modal X Modal Y Modal Z
Investasi Rp.180.000 Rp. 85.000 Rp.35.000 Rp.60.000
Laba (Rp. 120.000) (Rp. 40.000) (Rp.40.000) (Rp.40.000)
jumlah Rp. 60.000 Rp. 45.000 (Rp.5.000) Rp.30.000
Apabila persekutuan didirikan dengan menggabungkan beberapa perusahaan yang sudah berjalan, maka biasanya timbul beberapa persoalan, antara lain:
a.Apakah melanjutkan salah satu pembukuan perusahaan terdahulu atau membentuk pembukuan tersendiri yang baru.
b.Apakah perlu diadakan penilaian kembali terhadap posisi keuangan perusahaan terdahulu atau tidak.
Contoh:
Joni dan Toni sepakat mendirikan sebuah persekutuan. Adi telah memiliki sebuah perusahaan yang sudah berjalan, Toni bermaksud menanamkan modalnya dalam persekutuan sebanyak Rp.300.000.
Berikut ini adalah neraca perusahaan Joni sebelum bergabung:
Perusahaan Joni
Neraca per 31 Desember 2018
Kas Rp.108.800 Hutang dagang Rp. 73.000 Piutang dagang Rp.90.000
Modal Joni Rp.271.600
CKP (Rp. 5.000)
Rp.85.000
Persediaan barang dagang Rp.105.600
Supplies kantor Rp. 10.400
Meubel &
alat kantor Rp.68.000
Akm.penys (Rp.32.400)
Rp.35.600
Rp.344.600 Rp.344.600
========= =========
Dalam pembentukan persekutuan ini Adi meminta beberapa syarat untuk merubah posisi keuangan yang dilaporkan pada neraca per 31 Desember 20018 sebagai berikut:
a. uang kas diambil seluruhnya oleh Joni.
b. piutang sebesar Rp.8.000 dianggap tidak tertagih dan harus dihapus. Cadangan kerugian piutang ditetapkan 3% dari saldo piutang yang baru.
c. persediaan barang yang ada dinilai kembali berdasar harga pasar sehingga nilainya menjadi Rp.207.400
d. nilai pengganti meubel dan alat-alat kantor sebesar Rp.70.000 dan telah disusut sebesar 50%, dan dicatat berdasar nilai sehat sebesar Rp.35.000
e. kepada Joni diberikan goodwill atas reputasi perusahaannya yang dinilai sebesar Rp.60.000
1.Jika persekutuan yang baru dibentuk melanjutkan buku perusahaan terdahulu (perusahaan Joni), maka dapat disusun jurnal sebagai berikut:
a. mencatat pengambilan uang kas oleh Joni.
Modal Joni Rp.108.800
Kas Rp.108.800
b. mencatat penilaian kembali berbagai macam aktiva perusahaan Joni, sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
CKP (5.000-(90.000-8.000)x3%)) Rp.2.540 Persediaan barang dagang Rp.101.800 (207.400-105.600)
Akm.Penys.Meubel & alat kantor Rp.32.400
Goodwill Rp.60.000
Piutang dagang Rp. 8.000
Meubel & Alat kantor (68.000-35.000) Rp.33.000
Modal Joni Rp. 169.440
c. Mencatat setoran modal Toni
Kas Rp.300.000
Modal Toni Rp.300.000
2. Jika persekutuan yang baru dibentuk membuka buku baru tersendiri.
Mencatat kekayaan bersih perusahaan Adi, sebagai setoran modal kepada persekutuan.
Piutang dagang Rp. 82.000 (90.000-8.000)
Persediaan barang dagang Rp.207.400
Supplies kantor Rp. 10.400
Meubel & alat kantor Rp. 35.000
Goodwill Rp. 60.000
CKP (5.000-2.540) Rp. 2.460
Hutang dagang Rp. 292.000
Modal Joni Rp. 100.340
b. Mencatat setoran modal Toni.
Kas Rp.300.000
Modal Budi Rp. 300.000
Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal (penyertaan) seorang atau lebih sekutu lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan).
Contoh:
A & B adalah anggota persekutuan yang membagi laba (rugi) dengan perbandingan yang sama. Berikut ini neraca persekutuan A & B pada akhir tahun buku 2010.
“Persekutuan A & B”
Neraca per 31 Desember 2010
Macam-macam Aktiva Rp.20.500.000 Macam-macam hutang Rp.2.500.000
Modal A Rp.10.000.000
Modal B Rp.8.000.000
Jumlah Aktiva Rp.20.500.000 Jumlah Hutang dan Modal Rp.20.500.000
============ ===========
Pada saat itu C ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dengan membeli 1/4 bagian hak penyertaan A & B dengan membayar sebesar 4.500.000
Maka jurnalnya sebagai berikut:
Modal A Rp.2.500.000 (10 jt x ¼)
Modal B Rp.2.000.000 (8 jt x ¼)
Modal C Rp.4.500.000
Dengan masuknya C di dalam persekutuan hanya komposisi hak penyertaan masing-masing anggota yang berubah, sedang jumlah totalnya tidak berubah, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Sebelum masuknya C Setelah C masuk
Modal A Rp. 10.000.000 (-2,5 jt) Rp. 8.500.000
Modal Rp. 8.000.000 (-2 jt) Rp. 6.000.000
Modal C - Rp.4.500.000
Modal persekutuan Rp.18.000.000 Rp.18.000.000
===========
BAB II
PERSEKUTUANPEMBUBARAN KARENA PERUBAHAN PEMILIK
Neraca persekutuan A & B per 2 Januari 20019 menjadi sebagai berikut:
Persekutuan A &B
Neraca per 2 Januari 2019
Aktiva Lancar: Hutang dan Modal:
Kas Rp.300.000 Hutang dagang Rp. 292.000
Piutang dagang Rp.82.000
CKP (Rp. 2.460) Jumlah Hutang lancar Rp.292.000
Rp. 79.540
Persediaan barang dagang Rp.207.400 Modal:
Supplies kantor Rp. 10.400 Modal Joni Rp. 100.340
Jumlah Aktiva Lancar Rp.597.340 Modal Toni Rp.300.000
Aktiva Tetap:
Meubel &alat kantor Rp. 35.000
Goodwill Rp. 60.000
Jumlah Aktiva Rp. 692.340 Rp.692.340
========= =========
Sangat bermanfaat
BalasHapus👍
BalasHapus